Selasa, 06 Desember 2016

Maafkan Aku

Maafkan aku, suamiku, lagi-lagi tagihan buku
Maafkan, sekali lagi ruangan di rumah kita penuh
Maafkan juga, saat engkau pulang, anak-anak asyik tenggelam dalam bacaan
Hampir di tiap pojok ruangan buku-buku berserakan

Suamiku, sungguh aku tak pernah menginginkan
Tagihan-tagihan dari toko buku online terus bergentayangan
Memaksa kartu tunaimu bekerja keluar-masuk mesin anjungan
Walau begitu, wajahmu tetap terus melemparkan senyuman

Terima kasih telah melunasi semua tagihan itu, wahai suamiku
Engkau juga telah bersusah payah membantuku lewat layarmu,
Di tengah kesibukanmu bekerja, secepat kilat jemarimu bekerja
Agar anak-anak mendapatkan buku kesayangan mereka

Lihatlah buah hati kita, asyik masyuk dalam pengembaraan
Menciptakan dunia imajinasi hasil olahan otak kiri dan kanan
Menagih lagi, terus membaca dan dibacakan
Lihatlah, ia sampai lupa di rumah kita ada layar

Suamiku, ijinkan aku mengungkapkannya semua
Engkau adalah lelaki terhebat dari-Nya
Kau memahami rendahnya minat baca bangsa kita
Dan kita bertekad mengubahnya mulai dari keluarga

Hanya ini yang bisa kutulis untukmu
Semoga bangsa kita mencintai buku
Menjadi penjaga gudang ilmu
Dan jangan lupa, kita rebutan buku, jam dua Hari Rabu.....uhuukkkk



Tidak ada komentar:

Posting Komentar