Sabtu, 04 Juni 2016

Belajar Literasi Informasi dari Membuat Slime

Anak kedua kami ingin sekali bisa membuat slime. Ia mengenal slime pertama kali dari saudara sepupunya. Ia pun segera mencari informasi tentang benda tersebut melalui mesin pencari google, dan membuka cara pembuatannya melalui youtube. Hari-harinya diisi dengan menonton tutorial cara membuat slime, mencoba resep dari satu video ke video lain. Bersamaan dengan itu, sabun cair, bedak, shampoo, sabun pencuci piring, deterjen, minyak bayi, berserakan di dapur, kamar mandi, ruang belajar. Saya hanya bisa mengamati dari jauh, dia adalah tipe anak yang senang mencoba, dan kurang suka dituntun.

gambar diambil dari Google

Senin, 25 April 2016

Buku dan Proses Kreativitas

Beberapa bulan terakhir rumah kami tak lagi terlau penuh sampah kertas. Kenapa ini, apakah anak-anak ngambek tidak mau lagi bikin-bikin? Hmm...ternyata minat mereka sedang berganti. Saat ini anak pertama sedang suka menulis, yah walaupun masih harus sering membuka-buka kembali buku atau ensiklopedia, tetapi ia terus berusaha menuangkan idenya ke dalam tulisan. Anak ke dua sedang suka menggambar dan melakukan percobaan. Ia sangat ingin gambarnya dimuat di majalah kesayangannya. Sayangnya, walau sudah mencoba beberapa kali, belum sekalipun hasil karyanya dimuat.



Salah satu bagian dari karya Si Sulung


Sabtu, 23 April 2016

Gratis unduh: Kosakata Bahasa Arab sesuai urutan hijaiyah

Bismillah, berikut kertas kerja belajar mengenal beberapa kosa kata Bahasa Arab untuk anak-anak. Silakan diunduh dan disebarkan. Semua gambar diambil dari Google.




unduh kertas kerja Bahasa Arab

Minggu, 07 Februari 2016

Catatan Penting Sepanjang Menjalankan Homeschooling




Naik-turun menjalankan HS/HE merupakan bagian dari proses HS/HE itu sendiri. Buatlah sebuah panduan penting, agar keluarga HS/HE tetap ingat dan bersemangat menjalankan proses HS/HE mereka. Berikut catatan saya, yang saya ambil dari berbagai sumber karena terbatasnya ilmu saya. Semoga bermanfaat.

1.      Meluruskan niat. Menjalankan HS/HE bukanlah hal yang luar biasa. Proses ini adalah sebuah keniscayaan dalam hidup, saat kita memutuskan akan menikah. Mempersiapkan diri menjadi madrasah terbaik, bagi para perempuan, dan memilih lahan pendidikan terbaik bagi para laki-laki.

Saat teman/saudara kita meragukan kemampuan kita sebagai orang tua menjalankan HS/HE, ingatlah niat hanya mengharap ridha Allah Jalla wa ‘ala. Sebaliknya, saat decak kagum datang menghampiri anak/diri kita, ingat pula, ini semua karena karunia Allah, dan berdoalah agar Alah senantiasa menutupi aib kita.

Ingatlah di akhirat nanti kita akan ditanya tentang harta kita dihabiskan untuk apa, waktu kita, dan rasa letih kita. “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia lakukan dengannya, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan tentang anggota tubuhnya untuk apa ia pergunakan.”( HR. Tirmidzi, 4/612 no. 2417 dan Ad Darimi, 1/452 no. 554 Maktabah Syamilah.)